​Mengenal badai sitokin, yang sempat dialami Raditya Oloan sebelum meninggal

Read Time:2 Minute, 3 Second


FUNHEALTH – Suami artis peran Joanna Alexandra, Raditya Oloan, meninggal dunia pada Kamis (6/5/2021) pukul 18.13 WIB.

Sebelum meninggal dunia, Raditya Oloan diketahui mengalami kondisi badai sitokin (cytokine strom). 

Hal itu diungkapkan Joanna pada unggahan di Instagram, Rabu (5/5/2021). 

“Dia mengalami badai sitokin yang menyebabkan hiper-inflamasi di seluruh tubuhnya,” tulis Joanna seperti dikutip Kompas.com

Kondisi badai sitokin diketahui terjadi usai Raditya Oloan dinyatakan negatif Covid-19. Lantas, apa itu badai sitokin?

Baca Juga: Ini 15 makanan yang baik untuk kesehatan usus

Mengenal badai sitokin

Badai Sitokin dikenal juga dengan istilah Sindrom Sitokin Rilis (CRS) atau Sindrom Badai Sitokin (CSS) adalah terjadinya Sindrom Respons Inflamasi Sistemik (SIRS) yang dapat dipicu oleh berbagai faktor dan salah satunya adalah infeksi oleh virus. 

Secara singkat badai sitokin adalah rangkaian respons imun yang berlebihan yang dapat menyebabkan masalah serius. 

Dikutip dari Very Well Health, sistem kekebalan mengandung banyak komponen berbeda yang membantu tubuh melawan infeksi termasuk sitokin.  Sitokin adalah protein sistem kekebalan tubuh yang mengatur interaksi antar sel dan memicu reaktifitas imun, baik pada imunitas bawaan maupun adaptif.

Baca Juga: Bisa bikin makin cerdas, ini deretan manfaat tidur untuk buah hati

Dalam keadaan normal, sitokin ini membantu mengoordinasikan respons sistem kekebalan untuk menangani zat yang dapat menyebabkan infeksi, seperti virus atau bakteri. 

Sitokin normalnya hanya berfungsi sebentar dan berhenti saat respons kekebalan tubuh tiba di daerah infeksi. Masalahnya adalah terkadang respons peradangan tubuh tidak terkendali dan menyebabkan lebih banyak kerusakan. 

Saat terjadi badai sitokin, sitokin terus mengirimkan sinyal sehingga sel-sel kekebalan tubuh terus berdatangan dan bereaksi di luar kendali.

Pada kasus infeksi Covid-19, peningkatan beberapa sitokin inflamasi tampaknya terlibat dalam perkembangan sindrom gangguan pernapasan akut, penyebab utama kematian pada orang yang menderita penyakit Covid-19.

Baca Juga: Seberapa ampuh vitamin D dalam mencegah Covid-19?

Gejala badai sitokin

Badai sitokin dapat menyebabkan banyak gejala berbeda. Terkadang hanya gejala ringan seperti flu. Di lain waktu, gejala badai sitokin bisa parah dan mengancam jiwa. 

Berikut beberapa gejala badai sitokin:  

  • Demam dan menggigil
  • Kelelahan
  • Pembengkakan 
  • Mual dan muntah
  • Nyeri otot dan persendian
  • Sakit kepala
  • Ruam
  • Batuk
  • Sesak napas
  • Nafas cepat
  • Kejang
  • Kesulitan mengoordinasikan gerakan
  • Kebingungan dan halusinasi
  • Kelesuan dan daya tanggap yang buruk

Tekanan darah yang sangat rendah dan peningkatan pembekuan darah juga bisa menjadi gejala badai sitokin yang parah lantaran jantung mungkin tidak memompa darah sebaik biasanya. 

Akibatnya, badai sitokin dapat memengaruhi banyak sistem organ, berpotensi menyebabkan kegagalan organ dan kematian.



Source link

0 0
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *